BEKASI SELATAN
Badan
Narkotika Kota Bekasi (BNK) mengaku telah membentuk sedikitnya 40 tim
pencegahan penyalahgunaan napza berbasis sekolah (TPPNBS) selama tahun
2011. Angka tersebut, diklaim BNK setara dengan 20 persen sekolah
menengah atas (SMA) yang ada di wilayahnya. Sedang tingkat SMP BNK Kota
Bekasi baru akan mulai pada tahun anggaran 2012.
Kepala BNK Kota Bekasi, Aceng Solahudin mengatakan upaya itu
dilakukan untuk meminimalisir peredaran narkotika di kalangan tingkat
pelajar. Yang dilakukan BNK, diantaranya dengan membentuk tim pencegahan
penyalahgunaan napza berbasis sekolah. Terutama di tingkat SMA dan SMP.
’’Dengan membentuk TPPNBS, ditambah dengan sosialisasi yang intens.
Saya yakin akan mengurangi penyalahgunaan narkoba pada tingkat
pelajar,’’ katanya.
Menurutnya, sudah sekitar 20 persen
TPPNBS terbentuk di sejumlah SMA di Kota Bekasi pada tahun 2011 lalu.
Saat ini, pihaknya telah berupaya untuk dapat menambah jumlah TPPNBS di
sejumlah sekolah wilayah Kota Bekasi. ’’Petugas TPPNBS tersebut adalah
siswa-siswa sekolah setempat. Yang masih dibawah naungan OSIS Sekolah
tersebut,’’ ujar Aceng kepada Radar Bekasi.
Namun, kata Aceng, pada tahun 2011 terjadi peningkatan penyalahgunaan
narkotika dan psikotropika di kalangan pelajar. Jika dibandingkan
dengan tahun sebelumnya, yakni 460 siswa yang terbagi dalam usia SD, 71
siswa, SMP sebanyak 114 dan 242 siswa SMA.
Lebih lanjut, Aceng memaparkan sebanyak 18 anak di bawah usia 18
tahun yang bersekolah di tingkat SMA terindikasi menggunakan narkotika.
Sementara untuk kalangan usia 19 -27 tahun yang terindikasi menggunakan
narkotika sebanyak 173 orang. Bagi kalangan usia di atas 28 tahun
tercatat sebanyak 267 orang pengguna narkotika .
Pencegahan penyalahgunaan napza, kata dia, tidak hanya dilakukan
upaya preventif dari sekolah. Melainkan dengan membentuk satuan tugas
(satgas) di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, peningkatan
penyalahgunaan narkotika didominasi masyarakat. ’’Sesungguhnya mereka
lah yang lebih tahu, karena itu kita perlu gandeng mereka,” terangnya.
Hingga akhir Desember 2011, BNK mencatat
pengguna narkotika sebanyak 360 orang. Sementara dugaan pengguna
narkotika dilihat dari jenis kelamin laki laki sebanyak 443 orang
sedangkan perempuan sebanyak 14 orang. (Col-Radar Bekasi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar