Mexico City
Pada Selasa (14/2) waktu setempat, tepat sehari setelah presiden Guetamala Otto Perez mengusulkan tentang legalisasi NAPZA, konferensi kebijakan NAPZA yang berlangsung di Meksiko membahas tentang isu yang sama.
“Kegagalan kebijakan perang terhadap NAPZA telah melahirkan dan
memperkuat kejahatan yang terorganisir, tidak stabilnya pemerintahan dan
pelanggaran hak asasi manusia yang menghancurkan kehidupan orang
banyak,” ujar mantan presiden Brazil, Fernando Henrique Cardoso, seperti dirilis Huffington Post, Kamis (16/2).
Menanggapi pernyataan tersebut, pemerintah Meksiko mengatakan bahwa
mereka menyambut positif perdebatan tentang masalah ini, namun tetap
percaya bahwa legalisasi NAPZA bukan sebuah solusi.
Menurut Menteri Dalam Negeri Meksiko Alejandro Poire, masalah kejahatan yang terorganisir jauh melampaui dari sekedar melegalkan suatu produk tertentu.
“Kejahatan terorganisir memiliki banyak sisi, bukan hanya tentang
perdagangan NAPZA,” ujarnya menanggapi masalah keterlibatan kartel dalam
kejahatan perdagangan manusia dan pemerasan.
Sementara itu, Margarita Zavala,
ibu negara Meksiko berpendapat bahwa jika akses untuk mendapatkan NAPZA
berlaku secara bebas, dia percaya bahwa kekerasan rumah tangga,
lingkungan tetangga dan masyarakat akan meningkat secara eksponensial.
(IH)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar