Utah
Departemen Komunikasi Birmingham Young
University, Amerika Serikat pada awal tahun 2012 ini merilis sebuah
hasil penelitian sosial mengenai tren penggunaan NAPZA pada remaja,
mengacu pada film sejak tahun 1980 sampai 2007.
Masalah penggunaan NAPZA di Amerika merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang serius, dan sementara beberapa jenia zat menunjukkan
tren menurun, saat ini tingkat penggunaan NAPZA di kalangan remaja masih
tetap mengkhawatirkan.
Film merupakan salah satu jenis hiburan yang populer di kalangan
remaja, dan seringkali menjadi gambaran dari perilaku dan sikap remaja
pada masa itu. Penelitian sosial ini mengkaji pola penggunaan NAPZA di
kalangan karakter dewasa dan remaja pada film-film terlaris di kalangan
remaja pada era 1980 – 2007.
Analisis dalam studi ini meneliti frekuensi dan sifat penggambaran
substansi dan konsekuensi penggunaan NAPZA. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penggunaan NAPZA sebagian besar tidak memiliki konsekuensi sosial
dan secara tidak langsung disetujui oleh lingkungan sosial.
Perbedaan mengenai jenis kelamin tidak signifikan dalam masalah
penggunaan NAPZA pada remaja dari kalangan pengguna maupun bukan,
demikian pula dalam status sosial. Sementara gambaran yang tampak dalam
film-film tersebut, pengguna digambarkan lebih menarik dibanding dengan
yang bukan pengguna.
Sebagian besar karakter dalam film, tidak digambarkan sebagai pihak
yang tidak diberi pilihan untuk menerima atau menolak NAPZA yang
ditawarkan. Persentase tokoh pengguna NAPZA lebih tinggi dari ras
Kaukasia dan orang dewasa.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dalam dunia remaja yang pola
hidupnya mengacu pada film-film yang mereka tonton, berpengaruh pada
pola penggunaan NAPZA pada remaja di era tersebut. Hal yang mengejutkan
adalah bahwa hal ini terus menerus berlangsung bahkan sampai dua dekade.
(IH)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar