BANDUNG
Angka pertumbuhan virus HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat. Bahkan pertumbuhan virus ini mengancam balita.
Seperti yang terjadi di Jabar, sejak 1989 hingga September 2011 angka
Balita yang mengidap penyakit HIV/AIDS di Jabar mencapai 145 kasus.
Angka itu terbagi untuk AIDS sebanyak 105 kasus dan HIV positif sebanyak
40 kasus.
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) provinsi Jawa Barat menyebut data
ini menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Balita tertular dari ibu
dan bapaknya yang berarti dari satu kasus balita kuat diperkirakan ada
dua kasus lainnya yaitu ibu dan bapaknya. ”Kebayang kan kalau ibu atau
bapaknya juga punya ‘pasangan seks’ lain,” ujar Media Relations Officer
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) provinsi Jawa Barat, Tri Irwanda M,
Senin (20/2).
Masih menurut Tri, wilayah sebaran virus HIV/AIDS di Jawa Barat
berada di Kota Bandung yang kemudian disusul kota Bekasi, Sukabumi dan
Kota Bogor. ”Tak ada satupun kota/kabupaten di Jabar yang terbebas kasus
HIV/AIDS,” katanya.
Sedangkan penyebab HIV/AIDS di Jabar hingga saat ini masih didominasi
oleh penggunaan jarum suntik yang tidak steril di kalangan pengguna
napza suntik, yakni sekitar 62 persen.
“Saat ini yang paling dikhawatirkan penularan melalui transmisi
seksual,” urai Tri."Data sebenarnya data kumulatif yang dilakukan sejak
1989. Jadi, angkanya akan terus mengalami peningkatan tak akan
menurun," tandas Tri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar